Senja Kala Itu


Senja kala itu membawa langkah seorang perempuan entah kemana
Saat itu matanya sembab, terlihat banyak kesedihan dari matanya entah karena apa
Pada setiap langkahnya yang tak tau arah, pikirannya berlari entah kemana
Hatinya rapuh
Pikirannya kusut
Namun bibirnya tetap bergeming



Senja kala itu membawa beribu-ribu pertanyaan
“Ada apa?”
“Ada siapa?”
“Mengapa aku lagi?” batinnya berucap
Ingin rasanya ia menangis tanpa sebab lalu berteriak pada semua, “semesta kenapa aku lagi?”
Hatinya kacau pada satu ucap kalimat, “maaf saya harus pergi”.

Komentar