Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Kepada si kepala batu

Hai, apa kabar? Maaf sebelumnya, mungkin ini akan terdengar sangat cringe. Lebih baik jangan dilanjut. Masih ingat siapa aku? masih ingat memori itu? bagaimana pagi mu setelah malam itu? ya malam dimana kamu sadar kalau bukan lagi sosok ku yang kamu butuhkan, malam dimana akhirnya kamu putuskan menyudahi semuanya.  bagaimana harimu? iya hari dimana kamu bahagia sebab tau si pengganggu ini tidak lagi disampingmu. kamu masih baik-baik saja kan? setelah aku liat nyatanya begitu. Bagaimana sekarang? sudah berhasil dapatkan dia yang sosoknya kamu sesali kepergiannya dulu hanya karena kamu memilihku? atau bagaimana responnya setelah tau kamu menyapanya lagi mencoba mencari topik pembicaraan kesana kemari, menanyakan keaadaannya, hari-harinya atau bahkan sekedar mengajaknya pergi keluar setelah pulang kampus. berhasil? semoga saja ya. Maaf aku lancang, aku rindu. sebab seberapa keras aku menutupi, nyatanya aku tetap kalah dengan perasaan ini. kamu masih selalu ku sebut tiap k...

Pada Saatnya

Pada saatnya nanti, Bukan lagi kamu yang jadi penyemangat pagi saya Bukan lagi kamu yang saya kirimkan pesan singkat sekedar mengingatkan, “jangan lupa makan siang” Bukan lagi kamu yang sore harinya saya khawatirkan, “hati-hati dijalan, jangan ngebut” Bukan lagi kamu yang ketika malam datang akan saya tanya, “bagaimana harimu tadi? Berjalan lancar?” Pada saatnya nanti, Bukan lagi kamu yang kabarnya membuat saya tersenyum Bukan lagi kamu tempat saya berbagi keluh kesah tentang hari-hari berat yang mungkin datang Sebab bagimu, saya hanyalah pengganggu yang menghambat hari-harimu Pada saatnya nanti, Kamu tak perlu bertanya ada apa dengan saya, sebab nyatanya kamulah yang membentuk saya seperti ini Terima kasih kepada kamu yang paling baik menarik saya dari gelap, namun juga paling hebat datangkan luka paling pekat