Kepada si kepala batu
Hai, apa kabar? Maaf sebelumnya, mungkin ini akan terdengar sangat cringe. Lebih baik jangan dilanjut. Masih ingat siapa aku? masih ingat memori itu? bagaimana pagi mu setelah malam itu? ya malam dimana kamu sadar kalau bukan lagi sosok ku yang kamu butuhkan, malam dimana akhirnya kamu putuskan menyudahi semuanya. bagaimana harimu? iya hari dimana kamu bahagia sebab tau si pengganggu ini tidak lagi disampingmu. kamu masih baik-baik saja kan? setelah aku liat nyatanya begitu. Bagaimana sekarang? sudah berhasil dapatkan dia yang sosoknya kamu sesali kepergiannya dulu hanya karena kamu memilihku? atau bagaimana responnya setelah tau kamu menyapanya lagi mencoba mencari topik pembicaraan kesana kemari, menanyakan keaadaannya, hari-harinya atau bahkan sekedar mengajaknya pergi keluar setelah pulang kampus. berhasil? semoga saja ya. Maaf aku lancang, aku rindu. sebab seberapa keras aku menutupi, nyatanya aku tetap kalah dengan perasaan ini. kamu masih selalu ku sebut tiap k...