Pada Saatnya



Pada saatnya nanti,
Bukan lagi kamu yang jadi penyemangat pagi saya
Bukan lagi kamu yang saya kirimkan pesan singkat sekedar mengingatkan, “jangan lupa makan siang”
Bukan lagi kamu yang sore harinya saya khawatirkan, “hati-hati dijalan, jangan ngebut”
Bukan lagi kamu yang ketika malam datang akan saya tanya, “bagaimana harimu tadi? Berjalan lancar?”


Pada saatnya nanti,
Bukan lagi kamu yang kabarnya membuat saya tersenyum
Bukan lagi kamu tempat saya berbagi keluh kesah tentang hari-hari berat yang mungkin datang
Sebab bagimu, saya hanyalah pengganggu yang menghambat hari-harimu


Pada saatnya nanti,
Kamu tak perlu bertanya ada apa dengan saya, sebab nyatanya kamulah yang membentuk saya seperti ini
Terima kasih kepada kamu yang paling baik menarik saya dari gelap, namun juga paling hebat datangkan luka paling pekat

Komentar