Kepada si kepala batu

Hai, apa kabar?
Maaf sebelumnya, mungkin ini akan terdengar sangat cringe. Lebih baik jangan dilanjut.

Masih ingat siapa aku? masih ingat memori itu? bagaimana pagi mu setelah malam itu? ya malam dimana kamu sadar kalau bukan lagi sosok ku yang kamu butuhkan, malam dimana akhirnya kamu putuskan menyudahi semuanya.  bagaimana harimu? iya hari dimana kamu bahagia sebab tau si pengganggu ini tidak lagi disampingmu. kamu masih baik-baik saja kan? setelah aku liat nyatanya begitu.

Bagaimana sekarang? sudah berhasil dapatkan dia yang sosoknya kamu sesali kepergiannya dulu hanya karena kamu memilihku? atau bagaimana responnya setelah tau kamu menyapanya lagi mencoba mencari topik pembicaraan kesana kemari, menanyakan keaadaannya, hari-harinya atau bahkan sekedar mengajaknya pergi keluar setelah pulang kampus. berhasil? semoga saja ya.

Maaf aku lancang, aku rindu. sebab seberapa keras aku menutupi, nyatanya aku tetap kalah dengan perasaan ini. kamu masih selalu ku sebut tiap kali aku datang pada tuhanku, ntah mungkin tuhan bosan dengar hambanya yang keras kepala tetap memintamu disela-sela sujudnya.

Maaf ya lagi-lagi aku lancang, berani-beraninya menyebut nama seseorang yang jelas-jelas sudah sangat muak denganku. dasar bodoh. si bodoh ini masih terus seperti itu.

Hai,
setelah hari ini aku harap hari-harimu akan jauh lebih baik ya, studi mu lancar, lingkunganmu semakin asik dan berkembang, sambil disini aku terima kenyataan bahwa namaku yang semakin lama semakin terkikis waktu hingga kamu lupakan.

Maaf,
lagi-lagi kata ini yang masih aku ucapkan hehe. Maaf ya jika selama denganku, kamu merasa segala halnya terhambat. Maaf selama denganku mungkin kamu tidak pernah merasa nyaman. Maaf jika selama denganku kamu selalu pusing mendengar ocehanku atau bahkan segala hal dalam diriku yang kamu anggap ribet, mungkin itu kurangku bagimu. Dan maaf jika selama denganku, kamu selalu merasa kurang.

Terima kasih,
Karena semesta sudah sangat baik datangkan kamu yang sempat aku minta namanya, dan asal kamu tahu jauh sebelum kepergianmu malam itu, aku sudah menyiapkan diriku untuk terima kenyataan sepait apapun itu. 



Salam,
Si pengganggu

Komentar